news

Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob Saat Demo, Polisi Minta Maaf dan Janji Usut Tuntas

Jumat, 29 Agustus 2025 | 10:11 WIB
Suasana lokasi kejadian saat seorang driver ojek online tewas terlindas mobil Brimob di tengah aksi demonstrasi Jakarta, Jumat (29/8/2025) tengah malam

Wadah Inspirasi - Seorang pengemudi ojek online (Ojol) tewas setelah terlindas mobil rantis Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta, Jumat (29/8/2025) tengah malam. Korban yang saat itu tengah berada di sekitar lokasi aksi, langsung dievakuasi oleh masyarakat ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.

Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian publik setelah rekaman foto dan video korban beredar luas di media sosial.

Kepolisian menyampaikan permintaan maaf atas insiden ini dan menegaskan akan bertanggung jawab penuh. Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebut, tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan saat kejadian sudah diperiksa secara internal.

Baca Juga: Viral! Meme 'Orang Hilang sindir' Bupati Bone,Rakyat Cari Pemimpin Pasca Kenaikan PBB P2.

Ketujuh anggota yang dimaksud masing-masing berinisial AKP S, Iptu AR, Ipda H, Bripka Y, Briptu R, Briptu DA, dan Briptu AM. Mobil rantis yang melindas korban juga telah diamankan sebagai barang bukti investigasi.

“Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap personel yang terlibat sedang berjalan,” jelas perwakilan Polda Metro Jaya.

Insiden tragis ini memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas ojek online, aktivis, hingga lembaga pemantau kepolisian.

Baca Juga: Empat Mobil Parkir Sembarangan Ganggu Konsumen dan Pembongkaran Barang di Indomaret Palopo

Koalisi Ojol Nasional melalui Ketua Presidium, Andi Kristianto, dalam keterangannya kepada Tirto.id menilai tindakan aparat tidak manusiawi.

“Kami mengecam keras atas tindakan pengamanan yang dilakukan aparat hingga mengakibatkan meninggalnya rekan kami mitra driver ojek online. Kami menuntut agar peristiwa ini diusut tuntas,” ujarnya.

 Kritik juga datang dari Aktivis 98. Melalui wawancara yang dikutip Konteks.co.id, mereka menyebut gugurnya korban sebagai tamparan keras bagi demokrasi.

Baca Juga: Viral! Mobil Brio Putih Terobos Massa Unjuk Rasa Nodai Aksi Damai, Begini Kronologi Lengkapnya

“Gugurnya kawan Ojol adalah duka mendalam sekaligus tamparan keras bagi demokrasi Indonesia. Aparat yang seharusnya menjaga keamanan justru berubah menjadi alat represi,” tegas mereka.

Sementara itu, Indonesia Police Watch (IPW) kepada IslamToday mendesak agar anggota Brimob yang terlibat segera diproses hukum secara pidana.

Halaman:

Tags

Terkini