Tragedi 3 ABK Tewas di Kapal MV Ina Diamond, Serikat Pelaut Desak Disnaker Pemalang Kawal Hak Korban

Photo Author
Husnaeni, Wadah Inspirasi
- Kamis, 12 Maret 2026 | 09:50 WIB

Erlangga Girindra Buana, S.H., Divisi Advokasi Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun Pemalang, mendesak Disnaker Pemalang mengawal pemenuhan hak keluarga tiga ABK yang meninggal di kapal MV Ina Diamond. (Dok.erapos)
Erlangga Girindra Buana, S.H., Divisi Advokasi Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun Pemalang, mendesak Disnaker Pemalang mengawal pemenuhan hak keluarga tiga ABK yang meninggal di kapal MV Ina Diamond. (Dok.erapos)

Tiga ABK Meninggal Saat Membersihkan Tangki Kapal di Perairan Tanjung Emas

Wadah Inspirasi – Tragedi meninggalnya tiga anak buah kapal (ABK) saat bekerja di atas kapal MV Ina Diamond di perairan Pelabuhan Tanjung Emas menyisakan duka mendalam bagi dunia pelayaran, khususnya masyarakat Kabupaten Pemalang.

Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika para ABK tengah menjalankan tugas membersihkan tangki emergency fire di dalam kapal.

Saat proses pembersihan berlangsung, diduga terdapat gas berbahaya yang terperangkap di dalam tangki.

Baca Juga: Real Madrid Hajar Manchester City 3-0 di Liga Champions, Federico Valverde Cetak Hattrick Sensasional

Akibat paparan gas tersebut, para korban mengalami sesak napas hingga akhirnya kehilangan kesadaran di dalam ruang tangki kapal.

Rekan-rekan korban yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya melakukan evakuasi serta memberikan pertolongan.

Namun nahas, ketiga ABK tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: KPK OTT Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Dugaan Suap Proyek 2026 Capai Rp1,75 Miliar

Serikat Pelaut Desak Disnaker Pemalang Kawal Hak Keluarga Korban

Menanggapi tragedi tersebut, Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun Pemalang melalui Divisi Advokasi mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pemalang agar segera mengambil langkah konkret dalam mengurus serta mengawal pemenuhan hak-hak para korban.

Divisi Advokasi Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun Pemalang, Erlangga Girindra Buana, S.H., menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui Disnaker tidak boleh bersikap pasif terhadap musibah yang menimpa para pelaut asal Pemalang tersebut.

“Kami mendesak Disnaker Pemalang untuk segera turun tangan mengawal pemenuhan hak-hak korban. Keluarga yang ditinggalkan harus mendapatkan kepastian terkait kompensasi, santunan kematian, serta klaim asuransi yang menjadi hak para pekerja pelaut,” tegas Erlangga Girindra Buana dalam keterangan tertulis yang diterima Erapos Online, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Viral di Medsos, Wanita Sukabumi Ngaku Dilecehkan Kakek Pembawa Kapak dan Sempat Diancam Dibunuh

Pemerintah Diminta Aktif Mendampingi Keluarga Korban

Menurut Erlangga, insiden tersebut tidak boleh berhenti hanya sebatas pemberitaan, melainkan harus diikuti dengan langkah nyata dari pemerintah daerah serta tanggung jawab penuh dari perusahaan pelayaran yang mempekerjakan para korban.

Ia juga menilai bahwa Disnaker memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada keluarga korban agar tidak terjadi pengabaian terhadap hak-hak mereka.

Erlangga menambahkan bahwa banyak warga Kabupaten Pemalang yang bekerja sebagai pelaut sehingga perlindungan terhadap pekerja sektor maritim harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Husnaeni

Tags

Rekomendasi

Terkini

X