Wadah Inspirasi - Aksi demonstrasi mahasiswa berlangsung di halaman Mapolres Palopo pada Selasa (2/9/2025) malam dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Puluhan mahasiswa melakukan orasi, menyoroti dugaan tindakan represif aparat saat unjuk rasa di Gedung DPRD Palopo sehari sebelumnya.
Dalam aksinya, mahasiswa menuntut pencopotan Kapolres Palopo, penindakan terhadap aparat yang diduga melakukan kekerasan, serta pembebasan rekan mereka yang disebut masih ditahan.
Baca Juga: Polisi Ungkap Alasan Penahanan Direktur Lokataru Foundation
Aksi tersebut berlangsung di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian.
Kabar yang beredar di dunia maya menyebutkan adanya dua mahasiswa yang ditangkap, bahkan mengalami penganiayaan hingga patah tulang.
Isu itu memicu keresahan di kalangan peserta aksi maupun publik.
Baca Juga: Ferdinand Hutahaean Sindir Gibran Usai Undang Ojol ke Istana Wapres, Netizen Pro-Kontra
Namun, Polres Palopo membantah tuduhan tersebut.Kasat Reskrim Polres Palopo, IPTUSahrir, menegaskan tidak ada mahasiswa yang ditangkap maupun mengalami penganiayaan.
“Tidak ada mahasiswa yang ditangkap. Dan tidak ada penganiayaan oleh anggota Polri,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (3/9/2025).
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam kabar simpang siur. Meski begitu, desakan mahasiswa agar dugaan kekerasan aparat ditindaklanjuti tetap mengemuka.