Wadah Inspirasi - Sebuah surat permohonan yang diduga berasal dari SMAN 1 Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Surat tersebut berkaitan dengan pelaksanaan distribusi program makan bergizi gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Mubarokah.
Unggahan yang beredar melalui akun Instagram @infopnsdanpppk pada Senin, 13 April 2026, memperlihatkan isi surat yang menyoroti keberatan pihak sekolah terhadap pelibatan guru dalam proses distribusi makanan kepada siswa.
Dalam surat tersebut, pihak sekolah meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk penyediaan tim khusus oleh SPPG, sehingga guru tidak lagi terbebani tugas di luar fungsi utamanya.
Baca Juga: Longsor Terjang Desa Sangkanayu Purbalingga, 1 Warga Tewas dan 3 Rumah Tertimbun
Tugas Guru Dinilai Terganggu oleh Distribusi MBG
Dalam surat bertajuk Permohonan Pelaksanaan Teknis Distribusi MBG, pihak SMAN 1 Ciemas menegaskan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, membimbing, serta mengevaluasi siswa.
Keterlibatan guru dalam pembagian makanan dinilai dapat mengganggu aktivitas pendidikan di sekolah dan tidak termasuk dalam tugas pokok dan fungsi tenaga pendidik.
Distribusi Bukan Bagian Tupoksi Guru
Pihak sekolah menilai distribusi MBG bukan tanggung jawab guru maupun tenaga kependidikan. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada efektivitas proses belajar mengajar.
Baca Juga: DPRD Pekanbaru Bawa Kasus Dugaan Mafia Tanah Sudirman ke Pusat, Temui Kejagung dan DPR RI
SPPG Diminta Bertanggung Jawab Penuh
Dalam poin lain, SMAN 1 Ciemas menegaskan bahwa tanggung jawab distribusi sepenuhnya berada di pihak SPPG sebagai pelaksana teknis program.
Sekolah Hanya Fasilitator
Sekolah disebut hanya berkewajiban menyediakan fasilitas seperti ruang dan akses, bukan sebagai pelaksana distribusi makanan kepada siswa.
Tudingan Terhadap Guru Picu Polemik
Surat tersebut juga menyoroti munculnya tudingan dari masyarakat yang menyebut guru mengambil jatah makanan siswa yang tidak hadir.
Baca Juga: Viral di Facebook, Pengendara Motor Hadang Mobil Tangki di Palopo, Ngaku Pengawas Migas
Citra Guru Dinilai Tercoreng
Pihak sekolah menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi mencederai martabat profesi guru, sekaligus memunculkan risiko sosial dan hukum.
Sekolah Minta Tim Mandiri dari SPPG
Sebagai solusi, SMAN 1 Ciemas menyatakan keberatan jika guru terus dilibatkan dalam distribusi MBG dan meminta adanya petugas khusus.