Wadah Inspirasi - Seorang pengemudi ojek online (ojol) Maxim mengalami kejadian tidak menyenangkan saat melintas di kawasan Petamburan pada Senin, 25 Agustus 2025. Ia mengaku terkena tembakan gas air mata dari aparat Brimob ketika hendak mengantarkan pesanan makanan.
Driver tersebut menceritakan, awalnya ia bersama istrinya hanya melintas untuk mengantarkan pesanan makanan senilai Rp135 ribu. Namun, ketika berbelok ke jalan yang sama dengan lokasi massa aksi, tiba-tiba aparat menembakkan gas air mata.
“Mata saya langsung perih, makanan saya terpaksa dibuang. Padahal saya hanya ingin antar pesanan,” ungkapnya dengan nada kecewa. Ia menambahkan, “Pesan makanan itu harganya Rp135 ribu. Karena kena gas air mata, terpaksa saya buang. Saya rugi, padahal kami rakyat kecil sudah susah.”
Baca Juga: Viral Video Demo di Pejompongan, BNI Tegaskan Massa Tidak Masuk Gedung
Kejadian ini tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga menambah kerugian secara ekonomi bagi pengemudi ojol. Pendapatan harian yang terbatas harus dikurangi karena pesanan batal tersampaikan.
Ia juga menilai aparat seharusnya bisa membedakan warga yang hanya berpapasan dengan peserta pemaparan. "Tidak semua orang di jalan ikut demo. Ada yang bekerja, ada yang hanya lewat. Harusnya ada hati nurani," tambahnya.
Kejadian ini kemudian menuai gelombang reaksi di media sosial. Seorang warganet menulis, “Bisa kerja tidak? Melindungi rakyat atau pejabat dan oligarki?” Sementara komentar lain menyebut, “Ya Allah, sakit hati.”
Baca Juga: Viral di Instagram, Teriakan Warga Saat Demo Tuai Pro-Kontra
Banyak pula yang menyyangkan cara aparat mengamankan aksi. "DPR, rakyatnya apa? Ribet," tulis komentar lain yang mendapat banyak dukungan.
Sorotan publik ini menunjukkan bahwa penanganan aksi unjuk rasa oleh aparat masih berpotensi merugikan masyarakat umum, khususnya mereka yang mencari nafkah di jalanan seperti driver ojol.