Wadah Inspirasi -- Media sosial Facebook tengah diramaikan dengan keluhan terkait harga foto resmi Wali Kota Hj. Naili Trisal dan Wakil Wali Kota Akhmad Syarifuddin. Foto yang seharusnya menjadi simbol dukungan terhadap kepemimpinan baru ini, disebut-sebut dijual ke sekolah-sekolah dengan harga mencapai Rp600 ribu per set.
Isu ini pertama kali mencuat dari salah satu akun Facebook berinisial KB yang mengunggah keluhan soal mahalnya harga foto kepala daerah. Unggahan tersebut langsung menuai beragam komentar warganet dan menjadi perbincangan hangat.
Fenomena ini berawal dari tingginya permintaan pemasangan foto resmi kepala daerah di instansi pelayanan publik, termasuk sekolah. Namun, yang semula dianggap sebagai bentuk dukungan positif, kini berubah menjadi keresahan masyarakat.
Baca Juga: Seluruh Layanan Adminduk di Luwu Timur Gratis, Pemkab Tegaskan Larangan Pungli
Seorang kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan harga yang ditawarkan.
“Kami sangat mendukung pemimpin baru, tapi harga foto yang ditawarkan sangat memberatkan. Ini bukan hanya satu sekolah, tapi banyak yang mengeluh,” ungkapnya.
Tingginya harga tersebut memicu dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) berkedok dukungan. Pasalnya, hingga kini tidak ada regulasi resmi yang mengatur harga foto kepala daerah, sehingga membuka celah bagi oknum untuk meraup keuntungan besar.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kota Palopo belum memberikan pernyataan resmi mengenai polemik tersebut. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk menetapkan aturan jelas agar tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan.