Viral Surat SMAN 1 Ciemas Tolak Distribusi MBG, Guru Disebut Terbebani dan Disorot Publik

Photo Author
Husnaeni, Wadah Inspirasi
- Senin, 13 April 2026 | 15:24 WIB

Surat dari SMAN 1 Ciemas viral di media sosial. Sekolah menilai distribusi makan bergizi gratis membebani guru dan memicu polemik di masyarakat. (Instagram.com/@infopnsdanpppk)
Surat dari SMAN 1 Ciemas viral di media sosial. Sekolah menilai distribusi makan bergizi gratis membebani guru dan memicu polemik di masyarakat. (Instagram.com/@infopnsdanpppk)

Wadah Inspirasi - Sebuah surat permohonan yang diduga berasal dari SMAN 1 Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Surat tersebut berkaitan dengan pelaksanaan distribusi program makan bergizi gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Mubarokah.

Unggahan yang beredar melalui akun Instagram @infopnsdanpppk pada Senin, 13 April 2026, memperlihatkan isi surat yang menyoroti keberatan pihak sekolah terhadap pelibatan guru dalam proses distribusi makanan kepada siswa.

Dalam surat tersebut, pihak sekolah meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk penyediaan tim khusus oleh SPPG, sehingga guru tidak lagi terbebani tugas di luar fungsi utamanya.

Baca Juga: Longsor Terjang Desa Sangkanayu Purbalingga, 1 Warga Tewas dan 3 Rumah Tertimbun

Tugas Guru Dinilai Terganggu oleh Distribusi MBG

Dalam surat bertajuk Permohonan Pelaksanaan Teknis Distribusi MBG, pihak SMAN 1 Ciemas menegaskan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, membimbing, serta mengevaluasi siswa.

Keterlibatan guru dalam pembagian makanan dinilai dapat mengganggu aktivitas pendidikan di sekolah dan tidak termasuk dalam tugas pokok dan fungsi tenaga pendidik.

Distribusi Bukan Bagian Tupoksi Guru

Pihak sekolah menilai distribusi MBG bukan tanggung jawab guru maupun tenaga kependidikan. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada efektivitas proses belajar mengajar.

Baca Juga: DPRD Pekanbaru Bawa Kasus Dugaan Mafia Tanah Sudirman ke Pusat, Temui Kejagung dan DPR RI

SPPG Diminta Bertanggung Jawab Penuh

Dalam poin lain, SMAN 1 Ciemas menegaskan bahwa tanggung jawab distribusi sepenuhnya berada di pihak SPPG sebagai pelaksana teknis program.

Sekolah Hanya Fasilitator

Sekolah disebut hanya berkewajiban menyediakan fasilitas seperti ruang dan akses, bukan sebagai pelaksana distribusi makanan kepada siswa.

Tudingan Terhadap Guru Picu Polemik

Surat tersebut juga menyoroti munculnya tudingan dari masyarakat yang menyebut guru mengambil jatah makanan siswa yang tidak hadir.

Baca Juga: Viral di Facebook, Pengendara Motor Hadang Mobil Tangki di Palopo, Ngaku Pengawas Migas

Citra Guru Dinilai Tercoreng

Pihak sekolah menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi mencederai martabat profesi guru, sekaligus memunculkan risiko sosial dan hukum.

Sekolah Minta Tim Mandiri dari SPPG

Sebagai solusi, SMAN 1 Ciemas menyatakan keberatan jika guru terus dilibatkan dalam distribusi MBG dan meminta adanya petugas khusus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Husnaeni

Tags

Rekomendasi

Terkini

X