Mentan Disorot: Bandingkan Harga Beras RI dengan Jepang, Netizen Ramai Protes

Photo Author
Zuwandy.B.Andi P Oesman, Wadah Inspirasi
- Sabtu, 23 Agustus 2025 | 13:36 WIB


Wadah Inspirasi - Kenaikan harga beras di Indonesia kembali menuai sorotan publik. Menteri Pertanian (Mentan) disebut menanggapi keluhan masyarakat dengan menyebut bahwa harga beras di Jepang jauh lebih tinggi, mencapai Rp100 ribu per kilogram. “Baru naik sedikit saja sudah ribut, di Jepang aja sudah 100 ribu per kilo,” ucap Mentan sebagaimana terekam dalam siaran TVR Parlemen yang beredar di media sosial.

Pernyataan tersebut memicu reaksi dari anggota DPR, Titiek, yang menegaskan agar perbandingan dengan Jepang tidak dilakukan. Menurutnya, kondisi Indonesia yang masih berstatus negara berkembang jelas berbeda dengan Jepang sebagai negara maju.

Postingan yang diunggah akun Instagram folkshitcok itu langsung ramai diperbincangkan warganet. Ribuan komentar masuk, sebagian besar menilai perbandingan harga beras dengan Jepang tidak relevan.

Baca Juga: Nikmati Suasana Pagi Sehat untuk Awali Hari dengan Energi Positif

Seorang pengguna bernama @rizki_lakson0 menulis, “Kalau mau bandingkan dengan Jepang, naikkan juga UMR di Indonesia setara Jepang.” Komentar tersebut mendapat ribuan tanda suka dan dukungan dari pengguna lain. Banyak juga yang menyinggung kualitas sumber daya manusia, produktivitas, hingga tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih jauh berbeda.

“Naikin juga dong kualitas SDM-nya,” tulis akun @bluefishguard. Sementara akun @ajisukma.v1 berkomentar, “Menteri sekarang kualitasnya rendah semua. Wajar lah, masuk pakai koneksi bukan kualitas pemikiran.”

Ada pula komentar yang menyebut bahwa beras di Jepang justru bukan masalah utama. “Beras murah pak, di Jepang yang mahal tempe,” tulis @imnotsofyann_ disertai emotikon.

Perdebatan soal harga beras ini menggambarkan keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi, terutama kebutuhan pokok yang semakin mahal. Netizen menilai pemerintah seharusnya lebih fokus mencari solusi konkret bagi masyarakat, bukan membandingkan dengan negara maju yang jelas berbeda kondisi sosial-ekonominya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zuwandy.B.Andi P Oesman

Sumber: @folkshitcok

Tags

Rekomendasi

Terkini

X